Pasal 9 - Mengapa Saya Tidak Akan Menandingi Nabi Islam?



Orang Muslim sangat fasih berbicara mengenai nilai-nilai yang berhubungan dengan keluarga dan giat mencari kesalahan orang lain, terutama pihak Barat. Meski demikian, saya menantang setiap orang Muslim untuk menunjukkan kepada saya apa saja kebajikan dalam hidup keluarga Nabi Islam yang dapat mereka teladani”


Pada tanggal 1 September 2004, pesta awal tahun sekolah di Rusia berubah menjadi tragedi nasional yang akan menjadi 11 Septembernya Rusia. Hari itu merupakan hari dimana sebuah kelompok sekitar tiga puluh pria bersenjata dan dua orang wanita yang mengenakan sabuk peledak menyandera sebuah sekolah dasar di sebuah kota kecil, Beslan. Guru-guru, murid-murid, dan keluarga mereka dijadikan tawanan. Jumlah mereka mencapai seribu tiga ratus orang dan kebanyakan terdiri dari anak-anak. Para penyandera meminta penarikan pasukan Rusia dari Cheznya. Pasukan Rusia dan milisi local mengepung sekolah. Dalam serangan berdarah yang terjadi pada tanggal 3 September, kebanyakan para sandera bapat dibebaskan, tetapi selama pertempuran, gedung sekolah hancur, setidaknya sebagian besar teroris, sebelas tentara Rusia, dan lebih dari tiga ratus rakyat sipil terbunuh, dan banyak juga yang terluka. Sementara serangan ini ditujuan kepada anak-anak, kita tidak boleh melupakan anak-anak lainnya yang menjadi yatim piatu karena serangan-serangan lainnya yang tak terhitung yang terjadi di berbagai bagian dunia.

Disinilah Divyan mempersembahkan kesaksiannya bagi anak-anak yang tidak bersalah yang terbunuh di Beslan, Rusia. Ketika kebanyakan orang di dunia Islam mengklaim bahwa tindakan terorisme dapat dibenarkan oleh karena kebijakan politik dunia Barat, pembantaian dari ratusan anak-anak tak bersalah ini membuat banyak orang untuk memikirkan ulang tentang klaim Islam yang radikal. Cerita ini memyatakan bagaimana Divyan menemukan dirinya dalam ajaran Buddha dan kesaksiannya yang memberi undangan “bagi setiap orang Muslim untuk menunjukkan kepada saya apapun kebajikan dalam hidup keluarga Nabi mereka yang dapat diteladani”. Di Beslan, anak-anak dikorbankan di altar terorisme Islam. Dalam dominasi dunia laki-laki dari Islam, wanita dan anak-anak tidak mempunyai arti.

Kesaksian Divyan

Terlebih dahulu, penting untuk mengatakan sesuatu tentang saya? Saya tidak suka mengingat masa lalu saya yang pahit, ketika saya masih seorang Muslim yang prestisius. Seperti kebanyakan Muslim yang angkuh, saya sangat terpaku pada Islam. Saya adalah seorang yang tidak bisa bertoleransi terhadap kecaman yang pedas kepada kepercayaan saya, dan belajar untuk curiga dan bersikap prejudis terhadap kritik dan sang pengkritik. Saya menyerang semua pernyataan yang saya anggap tanpa bukti dengan perasaan jijik dan menghina. Saya juga, percaya nabi Islam merupakan orang yang sangat bermoral; saya diajarkan untuk hidup seperti dia, mencintainya, dan untuk berjalan di bumi ini sama seperti dia. Semua hal tersebut saya terima sampai ketika saya belajar untuk meragukannya dan mulai melihat dari sudut pandang yang berbeda.


Saya belajar sejarah dari sudut pandang Islam, namun ketika selesai, suatu pemikiran sederhana membuat saya gusar, yaitu: bagaimana mungkin cerita yang sama dapat terjadi apabila saya menulis ulang dari sudut pandang yang berbeda? Saya pikir ini adalah awal dari pencerahan saya. Saya menolak untuk kembali memainkan peran sebagai korban dan memerlukan banyak keberanian untuk tujuan tersebut.


Saya tidak ingat persisnya apa yang menuliskan keraguan dalam pikiran saya. Mungkin Buddha dan pengajarannya atau pandangan pada Yesus dan penderitaannya. Saya melajar untuk melihat melalui diri saya sendiri melalui Buddha. Kemudian, sedikit mengejutkan, saya menyadari bahwa Nabi saya tercinta ternyata adalah orang yang aneh. Dia gagal menunjukkan apapun kepada saya selain sisi gelap kemanusiaan.


Mereka yang menyuarakan kebesaran Nabi Islam memiliki tanggung jawab untuk membuktikannya dengan mengacu padanya dan pada kehidupannya. Apakah ada pelajaran tentang kemurahan hati di dalam Nabi Islam yang dapat dibandingkan dengan yang ditunjukkan Yesus kepada orang yang mengeksekusiNya, bahkan saat ia mengalami kesakitan yang luar biasa saat disalibkan? Adakah pelajaran moral yang terbuang ketika kita memiliki Budha yang rela meninggalkan mahkotanya sebagai seorang calon raja?


Muslim sangat fasih berbicara mengenai nilai-nilai yang berhubungan dengan keluarga dan giat mencari kesalahan orang lain, terutama pihak Barat. Meski demikian, saya menantang setiap Muslim untuk menunjukkan kepada saya jika ada kebajikan dalam hidup keluarga Nabi yang dapat mereka teladani.


Saya meninggalkan Nabi dan pengajarannya, tetapi ini bukanlah tindakan yang layak mendapat pujian, ketika saya seharusnya malu telah menjadi bagian dari pemujaan tersebut, setidaknya untuk beberapa waktu lamanya dari kehidupan masa lalu saya. Saya merasa wajib untuk bertobat dan meminta maaf. Biarkan saya mencoba yang terbaik yang bisa saya lakukan.


Saya mempersembahkan kesaksian ini kepada semua orang yang menderita; saya mempersembahkan tulisan ini kepada anak-anak tidak bersalah yang telah dibantai di Beslan. Seharusnya kalian orang-orang Muslim merasa malu; sebab kalian masih mencicipi darah mereka yang manis!

9 komentar:

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

    PARA PEMBACA SEKALIAN YANG DIRAHMATI ALLAH, BLOG DI SITUS INI ADALAH BLOG SITUS BOHONGAN, HANYA UNTUK MENGADU DOMBA ANTAR UMMAT BERAGAMA DI INDONESIA, SEBAGAIMANA TEORY DEVIDE ET IMPERA NYA PENJAJAH, YANG TIDAK SUKA DENGAN KEBERADAAN NEGARA KITA YANG MAKMUR SAN DAMAI. PENDUDUK NYA MAJEMUK DAN BERAGAM. SEGALA PEMELUK AGAMA HIDUP RUKUN BERDAMPINGAN DI SINI, DI NEGERI INI.
    SEKALI LAGI JANGAN GANGGU NEGERI KAMI YANG DAMAI INI WAHAI (KAHLID BOHONGAN)ATAU
    -Khaled Waleed, Arab Saudi PALSU ALIAS PENIPU
    DI BAWAH INI HASIL DARI "WHO IS" NYA ATAU INGIN TAHU DI MANA BIKIN NYA, KAPAN DIBUAT BLOG INI, ORANG MANA DIA ATAU NO IP NYA

    http://www.blogspot.com Thumbnail
    IP: 66.102.7.191
    IP Location: Mountain View, United States
    Website Status: active
    Server Type: GSE
    Alexa Trend/Rank: 1 Month: 7 3 Month: 7
    Page Views per Visit: Up Arrow 1 Month: 5.3 3 Month: 5.2

    KEPADA PEMERINTAH C/Q MENKOM INFO, KAMI MINTA TOLONG UNTUK MELAPORKAN KEPADA PIHAK PENGELOLA BLOG UNTUK MENGHAPUS LEBIH BANYAK LAGI BLOG BOHONGAN SEPERTI INI, YANG ISINYA HANYA MENGADU DOMBA PENDUDUK NEGERI INI, MEREKA ORANG INDONESIA YANG TINGGAL DI LUAR NEGERI, DIBIAYAI UNTUK JADI TUKANG FITNAH DAN DISURUH JADI PENGKHIANAT UNTUK NEGERI NYA SENDIRI DENGAN CARA MENGADU DOMBA PENDUDUK NEGARA INDONESIA. BAGI KAMI YANG TIDAK MEMPERMAS'ALAHKAN AGAMA APAPUN HIDUP RUKUN DI NEGERI INI "NKRI HARGA MATI" !!!

    BalasHapus
  2. Mad Soleh
    komentarnya b a s i
    tidak ada yang mengadu domba..buktinya negara ini tetap berjalan dgn sewajarnya.
    gak usah minta tolong lapor ke pihak pengelola..justru perlu semua orang pengen tahu kebenarannya..... biar semua terkuak...he he..
    wassalam

    BalasHapus
  3. teruskan perjuanganmu kawan....
    semoga mahluk Tuhan yang masih hidup dibumi ini ,mempunyai kesempatan untuk berbuat kebajikan kepada sesama manusia, tanpa membedakan suku dan agamanya.

    BalasHapus
  4. saudara madsoleh.anda jangan menjadi orang pesimis dong.itulah gunanya tehnologi.manfaatnya ya,harus ada.kenapa juga anda bilang,blog ini menghasut.toh anda sendiri tidak ada bukti.orang mau menghimbau untuk kemerdakaan pribadi kok dilaporkan.mungkin juga itu sebuah fakta yg benar.semua orang ingin mencari sebuah kemerdekaa hati.menguak fakta yg nyata,bukan menutup-nutupi sebuah kebohohgan sejarah

    BalasHapus
  5. saudara madsoleh;; anda bilang semua agama di negarakita ini hidup rukun.dari kata2 itu aja anda tida jujur. buktinya;kami beribadah aja dilarang oknum2tertentu;mungkin anda juga tau oknum itu siapa.saran saya jika anda tidak mau disebut oknum yg sama,renungkan dan simak tulisan diatas,dan bukan karangan cerpen.

    BalasHapus
  6. @all semprul kabeh...sing salah ki wonge rak agamane, sastro gondes....gawe tulisan do rak nggenah...rak duwe gawean po ??/

    BalasHapus
  7. oknum itu bisa siapa ajalah. bukan sistemnya yg error... tp manusiannya yg perlu di nilai kmbali. ga bisa kali kl hnya melihat dr sudut pandang beginian lalu memvonis satu kaum..... (– ˛ — ٥ )

    BalasHapus
  8. kalau memang benar-benar dunia ingin menghentikan siklus kekerasan, kekerasan negara-lah yang pertama kali harus dihentikan. Namun, sayang, dunia sering tidak peduli atau pura-pura tidak tahu, kalau pelaku kekerasan ini adalah negara itu sendiri. Apalagi negara yang bersangkutan, merasa legal untuk melakukan kekerasan, semata-mata karena pelakunya adalah negara. Fakta yang jelas, bagaimana tindakan keji Israel kemudian tidak banyak mendapat perhatian yang serius oleh banyak negara. Dengan alasan, Israel sebagai negara sah untuk mempertahankan keamanan negaranya. Tanpa kemudian diperdebatkan sahkah keberadaan negara Israel. Tanpa kemudian dikritisi, apakah tindaka Israel tersebut sudah melalui prosedural hukum atau tidak. Banyak pihak yang hanya melihat, pejuang palestina sebagai teroris tanpa melihat bahwa semua itu merupakan reaksi dari kekejian yang dilakukan Israel atas nama negara......

    BalasHapus
  9. Bukan oknum kok,, memang ajarannya saja yang perlu di ganti,, juga nabinya ,, ayat ayat yang di bilang banyak muslim itu baik dengan membunuh kafir , perkosa perempuannya, jarah hartanya , itu memang ajaran yang sesat, saya jadi mengerti mengapa alquran sangat tidak di perbolehkan untuk di terjemahkan dengan gamblang, jika semua tau arti yang sebenarnya, saya yakin penganutnya dalam kurun 10 tahun akan murtad lebih dari 50 %nya, sekarang saja sudah terbukti di Indonesia ini berapa % yang mengikuti dengan benar ajaran ini, selebihnya Islam KTP , atau hanya diambil bebrapa ajaran yang menurutnya baik saja. selebihnya ya terserah yag menjalani,

    BalasHapus