Pasal 7 - Saya Adalah Eks Muslim, dan Saya Bangga Dengan Hal Itu



Saya ingat bahwa saya diajar untuk membenci (meskipun tidak secara langsung) dengan memasukkan ketakutan-ketakutan terhadap “orang-orang Yahudi yang jahat itu”, dan guru saya mencoba untuk membawa saya ke dalam jihad dengan menjanjikan ketujuh puluh dua perawan (Huur Al-Ay) yang bisa saya nikmati di Surga. Tentu saja saya tidak pernah tertarik dengan hal itu, sebab saya adalah seorang gay.


Untuk banyak mantan Muslim, tingkatan kebencian dan retorika terhadap mereka yang disebut “kafir” adalah sangat tinggi. Bagi banyak orang-orang Muslim yang masih muda, yang sudah diekspos dengan kebebasan ala Barat, penindasan seperti ini tidak lagi sanggup untuk ditanggung. Tragisnya, tirani seperti ini tidak hanya berlaku di negara-negara Islam, tetapi bisa juga ditemukan di kota-kota besar yang ada di negara Barat. Sebagai contoh, kisah Nissar Hussein, mantan Muslim yang tinggal di Bradford, England, yang berdasarkan laporan dari London Times, ia telah menjadi korban dari sebuah kampanye kebencian yang berlangsung selama tiga tahun karena ia sudah meninggalkan Islam. Keluarganya telah di desak-desak, dilecehkan bahkan diserang. Keluarganya juga sudah diminta untuk pindah dari lingkungannya. Semuanya ini terjadi bukan karena apa yang diyakini oleh Hussein, tetapi karena ia tidak lagi percaya kepada Islam. Sangatlah menyedihkan bahwa kisah seperti ini semakin sering terjadi di seluruh Inggris dan di bagian dunia lainnya.


Dalam kesaksian yang anda baca di sini, murtadin lainnya menceritakan penghinaannya kepada budaya yang ia anut sebelumnya dan hasratnya untuk mengekspos sisi gelap dari budaya itu – meski dengan perasaan takut akan konsekwensi yang mungkin akan ia alami karena melakukan hal itu. Sesungguhnya, mudah untuk mengerti darimana ketakutan itu datang, dan mengapa. Tak seorang pun - bahkan di Barat – aman dari kekejaman Islam.


Saya tidak akan memberikan detail pribadi mengenai kehidupan saya (negara asal, sejarah keluarga, dan sebagainya). Saya cukup mengatakan bahwa saya berasal dari sebuah negara Muslim dimana orang terakhir yang anda harap untuk bisa bertemu adalah seorang eks-Muslim. Saya juga orang Arab, belum genap berusia dua puluh tahun, dan saya ada di sini untuk membagikan kisah saya.


Bukan tugas yang sulit bagi saya menjelaskan secara detail pengalaman saya selama sembilan belas tahun hidup sebagai Muslim. Berasal dari latar belakang Muslim yang religius, saya diajarkan untuk percaya bahwa Quran itu tanpa salah, ucapan-ucapan Muhammad harus dihormati, dan penentangan serta kritik akan menghadapi konsekwensi yang serius. Karena itu saya merasa bahwa saya dipaksa masuk Islam dengan tidak memperdulikan keinginan saya, dan saya dipaksa untuk bertumbuh dengan agama ini dan tidak pernah diijinkan untuk mempertanyakannya.


Tetapi sebenarnya dalam kurun waktu yang cukup panjang, secara diam-diam saya telah mempertanyakan ‘keyakinan” saya; keyakinan yang saya bertumbuh bersamanya dan mengkonstitusikan siapakah saya; keyakinan yang merupakan bagian besar dari identitas saya. Saya ingin saat saya diajar untuk membenci, dengan memasukkan ketakutan terhadap “orang-orang Yahudi yang jahat”, dan guru saya mencoba untuk membawa saya ke dalam jihad dengan menjanjikan ketujuh puluh dua perawan (Huur Al-Ay) yang bisa saya nikmati di Surga. Tentu saja saya tidak pernah tertarik dengan hal itu, sebab saya adalah seorang gay.


Disebabkan jumlah kami yang sangat sedikit, maka kami sebagai mantan Muslim mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan mensharingkan pengalaman kami. Saya merasa sendirian setelah meninggalkan Islam. Saya mengalami depresi, kesedihan, tersiksa dan kesepian. Berada di luar sentuhan realitas dan cara hidup yang ada disekeliling membuat saya benar-benar merasa terisolasi. Bahkan ketika berteriak minta tolong, saya merasa seolah-olah suara saya lenyap ditelan angin.


Sangat sulit untuk meyakini sebuah agama yang melarang seks sebelum nikah, tetapi kitab sucinya menjelaskan lebih detail dan merasa lebih nyaman bagaimana anda seharusnya melakukan hubungan seks, daripada yang dilakukan oleh Carrie Bradshaw dalam serial Sex and the City. Sangat sulit percaya kepada agama yang melarang kegembiraan, yang menindas kaum wanita, dan mengancam orang Yahudi dan Kristen sepertinya mereka itu adalah warga negara kelas seribu.


Semakin banyak saya melihat para imam berteriak dan mengecam “kondisi kami yang miskin”, dan memakainya untuk membenarkan kebencian dan permusuhan terhadap dunia Barat, maka semakin besar juga saya menjadi yakin bahwa meninggalkan Islam adalah sebuah pilihan bijak, sebab tak ada agama yang mengajarkan kebencian seperti ini. Ya, memang ada individu-individu yang hidup dalam kebencian di agama Kristen, tetapi orang-orang ini tidak signifikan, mereka seringkali diabaikan, dan terlebih lagi, orang-orang seperti ini tidak diperkenankan memimpin doa sebagaimana yang dilakukan para imam Islam di mesjid-mesjid mereka. Orang-orang itu juga tidak memiliki otoritas religius atau moral seperti yang dimiliki oleh para imam Islam itu.


Maka disitulah saya, belum terlalu lama saya keluar dari seperangkat keyakinan ini, dan setelah melakukannya saya belum pernah merasa bahagia seperti sebelumnya. Saya merasa bebas, ekstatis, dan bersukacita. Saya sangat berterimakasih kepada wanita seperti Wafa Sultan, yang telah menunjukkan kepada saya wajah asli dari agama yang selama bertahun-tahun saya percayai secara buta. Sekarang saya adalah seorang mantan Muslim. Saya telah meninggalkan agama yang jahat itu dan menganggapnya sebagai masa lalu saya, dan saya tidak akan pernah kembali ke situ. TIDAK AKAN PERNAH! Saya adalah seorang mantan Muslim, dan saya sangat bangga dengan hal ini.

12 komentar:

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

    PARA PEMBACA SEKALIAN YANG DIRAHMATI ALLAH, BLOG DI SITUS INI ADALAH BLOG SITUS BOHONGAN, HANYA UNTUK MENGADU DOMBA ANTAR UMMAT BERAGAMA DI INDONESIA, SEBAGAIMANA TEORY DEVIDE ET IMPERA NYA PENJAJAH, YANG TIDAK SUKA DENGAN KEBERADAAN NEGARA KITA YANG MAKMUR SAN DAMAI. PENDUDUK NYA MAJEMUK DAN BERAGAM. SEGALA PEMELUK AGAMA HIDUP RUKUN BERDAMPINGAN DI SINI, DI NEGERI INI.
    SEKALI LAGI JANGAN GANGGU NEGERI KAMI YANG DAMAI INI WAHAI (KAHLID BOHONGAN)ATAU
    -Khaled Waleed, Arab Saudi PALSU ALIAS PENIPU
    DI BAWAH INI HASIL DARI "WHO IS" NYA ATAU INGIN TAHU DI MANA BIKIN NYA, KAPAN DIBUAT BLOG INI, ORANG MANA DIA ATAU NO IP NYA

    http://www.blogspot.com Thumbnail
    IP: 66.102.7.191
    IP Location: Mountain View, United States
    Website Status: active
    Server Type: GSE
    Alexa Trend/Rank: 1 Month: 7 3 Month: 7
    Page Views per Visit: Up Arrow 1 Month: 5.3 3 Month: 5.2

    KEPADA PEMERINTAH C/Q MENKOM INFO, KAMI MINTA TOLONG UNTUK MELAPORKAN KEPADA PIHAK PENGELOLA BLOG UNTUK MENGHAPUS LEBIH BANYAK LAGI BLOG BOHONGAN SEPERTI INI, YANG ISINYA HANYA MENGADU DOMBA PENDUDUK NEGERI INI, MEREKA ORANG INDONESIA YANG TINGGAL DI LUAR NEGERI, DIBIAYAI UNTUK JADI TUKANG FITNAH DAN DISURUH JADI PENGKHIANAT UNTUK NEGERI NYA SENDIRI DENGAN CARA MENGADU DOMBA PENDUDUK NEGARA INDONESIA. BAGI KAMI YANG TIDAK MEMPERMAS'ALAHKAN AGAMA APAPUN HIDUP RUKUN DI NEGERI INI "NKRI HARGA MATI" !!!

    BalasHapus
  2. eh mad soleh...komentar terusss...copy paste....gak penting dengan komentar yg kebakaran jenggot.....
    muaaakkkk tauuukkkkk.....

    BalasHapus
  3. KETEMU MAD SOLEH LAGIII.
    COPY PASTE TERUSSSS.....
    GAK PENTING BANGETTTTT....

    BalasHapus
  4. Sesungguhnya engkau sekali-kali tidak dapat memberikan petunjuk kepada orang yang engkau cintai, melainkan Allah memberikan petujuk kepada siapa saja yang dikehendaki. (QS. Al-Qashash [28]: 56)

    BalasHapus
  5. blog yg beginian di bilang mengadu domba, bagaimana dengan blog islam yg menghina kristen?? knp tidak di katakan mengadu domba??

    muslim selalu aman ketika membuat blog penghinaan terhadap kristen, bahkan sampai foto profil pun dengan bangganya di tampilkan di blognya. tetapi ketika kristen yg mambuat blog penghinaan terhadap islam, Hmmm.... nyawanya akan terancam!!.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gini lo mas...
      Ini kan Indonesia, kalo anda buat situs dan bicara soal kebenaran Islam di Amerika, andalah yang nyawanya akan terancam. Di mana-mana adanya berdasarkan hukum mayoritas.
      Sudah hukum alam itu...

      Hapus
  6. kebakaran jenggot tu slimers
    islam dah terpojok sekarang dibuat media internet

    sebentar lagi akan bnyak mantan 2 muslim laennya
    haha

    alhamdullilah smkin bnyak yg meninggalkan islam ajaran sesat ini..subhannawloh

    BalasHapus
  7. @ Mad Soleh : santai bro,ga usah NYOLOT
    @ azis.gagap88 : iya betul tuh
    @ adolfonovsky : smoga doa u terkabul HAha

    kisah pada page ini mungkin nyata 90%,tp di kisah" yg lain di BLOG ini bnyk kejanggalan.
    contoh pada page :
    http://whyweleft.blogspot.com/2009/08/pasal-1-kakakku.html
    di dalam al-quran ga ada tuh yg nama na firman "SURAH"

    w katholik,tp rasa kepengen tau'an w gede (krna faktor lingkungan mungkin) jd w baca jg yg nama na al-quran krn w kepengen tau isinya,uniknya di dlm al-quran ada kitab taurat n perjanjian lama
    coba deh gan baca quran,biar ga jd kesalah pahaman ja krna BLOG ini.

    Kita DOA'kan bagi orang yang melecehkan agama apapun,smoga tuhan memberikan cahaya pda org itu.
    smoga tuhan memberkati kalian smua.

    BalasHapus
  8. Saya yakin dan pasti. 100% benar. Orang islam yang keluar dari islam, mereka itu sebenarnya di islampun juga tidak sah keislamannya. Di islam, mereka hanyalah sampah2 yang mengotori islam. Peduli apa jika mereka murtad keluar dari islam???? Hehehehehe......kwkwkwk...

    BalasHapus
  9. Yang penting berAgama, saat inipun dgn iman sudah diampuni dan memiliki KTP sorga kah ?? ..Kalau ragu,..lihat nabinya sekarang statusnya ada dimana? Sorga atau Neraka .. jangan mudah2an ..Nabinya di Sorga ikut..nabinya di Neraka ikut.

    BalasHapus
  10. Jangan ngotot .. siapa tahu anda sedang berjuang berjalan ..ternyata ke jurang Neraka ...check & re-check

    BalasHapus